Selasa, 11 Oktober 2011

SUKU ASLI KALIMANTAN

Suku2 Kalimantan adalah suku yg sangat kental dengan budaya Lisan dan sangat menjaga budaya lisan, jika memang suku kutai berasal dari campa, tentu cerita itu akan ada dalam legenda atau mitos2 orang2 kutai.

misalnya seperti dayak kenyah yg mempunyai cerita legenda bahwa nenek moyang mereka berasal dari cina. Sementara orang2 dayak tunjung, benuaq dan dayak2 lain mempunyai versi cerita sendiri. Misalnya orang dayak tunjung yg meyakini mereka keturunan dewa (nayuq sengiang).

TENTANG SIAPA YANG SUKU ASLI KALIMANTAN ANTARA KUTAI DAN DAYAK ?

Jawabannya KUTAI DAN DAYAK ADALAH SUKU ASLI KALIMANTAN

karena suku asli Kalimantan bukan di tentukan oleh siapa yg lebih dulu. Tapi di tentukan oleh bagaimana budaya mereka, pandangan hidup mereka, cara hidup mereka, dan ketergantungan hidup mereka terhadap bumi Kalimantan. Kenapa saya katakan demikian? Karena jika di tanya kepada suku Banjar, Kutai, Tidung, Berau, Paser dan Dayak tentang dimana tempat tinggal kalian, dimana rumah kalian, dimana tanah kalian? Tentu saja jawaban mereka ya di KALIMANTAN. Tentu saja Karena mereka tidak memiliki tempat tinggal atau daerah asal lain selain KALIMANTAN (berbeda dengan pendatang seperti jawa, bugis, batak, minang dll. Mereka masih memiliki daerah asal dan masih bisa pulang ke daerah asalnya. Sedangkan Kutai, Banjar, Berau, Tidung, Paser dan Dayak tidak ada tempat bagi mereka selain KALIMANTAN)

TENTANG SIAPA YANG LEBIH DULU ANTARA KUTAI DAN DAYAK?
Jawabannya:
tergantung suku dayak mana dan suku kutai mana yg anda maksud. PENJELASAN:
dayak di bagi menjadi 6 rumpun:
1. Apo kayan/kenyah
2. Iban
3. Klemantan
4. Murut
5. Punan
6. Ot danum

“ot danum” di yakini sebagai rumpun dayak tertua. Suku kutai tentu saja jika dilihat dari bentuk fisik, sejarah, mitologi, tradisi dan adat istiadat lamanya adalah termasuk rumpun ot danum.
bukti-bukti Kutai termasuk kelompok ot-danum:
1. animisme dinamisme atau agama kaharingan (suku kutai di desa kedang ipil masih menganut agama ini)
2. Mitologi. Contoh: Cerita SILUQ dan AYUS, merupakan cerita legenda dimana SILUQ di gambarkan sebagai orang memberi TUAH ke negeri Kutai. Mitologi ini juga di kenal oleh dayak tunjung, benuaq dan paser.
3. Belian (semua suku dayak rumpun ot danum memiliki budaya ritual belian)
4. Senjata Tradisional berupa Mandau, sumpit, keliau (tameng), tombak dll. (masih banyak suku kutai yg menyimpan benda benda pusaka berupa Mandau, sumpit, tombak, keliau dll yang di wariskan secara turun temurun. Meskipun barang2 pusaka ini hanya menjadi simpanan akan tetapi Hal ini cukup membuktikan bahwa dulu suku kutai pernah menjalani kehidupan sebagaimana suku dayak).
5. Bentuk/ciri fisik suku kutai mirip dengan suku-suku dayak rumpun ot-danum.

Kita Kembali ke.. mana yg lebih tua?

Misalkan jika di bandingkan dengan dayak rumpun “apo kayan/kenyah” tentu saja suku kutai lebih tua.
Karena sudah dijelaskan tadi, bahwa suku kutai termasuk rumpun “ot danum”.
Bukti lain bahwa suku kutai lebih tua dari beberapa sub suku dayak:

menurut sejarah suku kutai: terjadi peperangan antara kerajaan kutai kartanegara dengan pasukan kapal cina, dimana tentara cina berhasil dikalahkan dan mereka melarikan diri kehutan dan menjadi suku dayak basap. (dalam cerita ini orang2 kutai menjelaskan tentang asal usul dayak basap). Dalam cerita ini jelas bawa keberadaan suku kutai sudah ada sebelum dayak basap. Baca asal usul dayak basab di http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore.php?ac=283&l=asal-usul-orang-basap#

menurut sejarah dayak kenyah: cerita legenda mereka mengatakan bahwa mereka berasal dari cina.
Pada jaman dahulu kala Konon ada seorang pria bernama HAKA. Seorang saudagar kaya dari negeri Cina. Pekerjaannya adalah transaksi jual beli hasil bumi berkelana keseluruh penjuru dunia. Selengkapnya baca di http://kutaihulu.blogspot.com/2011/08/asal-usul-dayak-kenyah-cerita-legenda.html.

Bukti lain bahwa keberadaan suku kutai sudah ada sejak dahulu kala:

ada sejarah Sejarah dayak tunjung (tonyooi) yang mengatakan bahwa “tunjung” berasal dari kata “tuncukng” yang artinya “mudik”. Baca sejarah dayak tonyooi:
http://kutaihulu.blogspot.com/2010/08/sejarah-dayak-tunjung-tonyooi.html
“Tunjung” sendiri adalah sebutan oleh orang-orang kutai kepada suku dayak Tonyooi. Karena pada zaman dahulu suku dayak tunjung melakukan perjalanan dgn perahu untuk mudik ke hulu sungai. Ketika bertemu dengan orang Haloq (Kutai), maka orang2 kutai bertanya.. mau kemana?. “Tuncukng” jawab orang2 dayak tunjung. Maka sejak itu lah suku kutai memanggil suku dayak tonyooi dengan sebutan “urang tunjung” yg artinya: orang yg pergi ke udik (ke hulu sungai).
Mungkin dari cerita ini dapat membenarkan pendapat sejarahwan2 bahwa dahulu kala nenek moyang suku dayak mendiami daerah pesisir, kemudian karena kedatangan orang2 melayu ke pesisir borneo maka mereka pindah ke pedalaman dank e hulu2 sungai dan berpencar menjadi suku2 dayak yg bermacam2. Dan mereka yg masih bertahan di pesisir kemudian berkembang menjadi suku melayu Kalimantan.
Dari cerita ini pantaslah jika ada pendapat yg mengatakan suku kutai berasal dari dayak tunjung dan Kerajaan Kutai Kartanegara bersal dari kerajaan dayak tunjung. Karena dari cerita di atas dapat diketahui bahwa dahulu suku dayak tunjung mendiami wilayah hilir. Jadi mungkinkah kerajaan Kutai Kartanegara adalah kerajaan dayak tunjung pesisir /mereka yg tetap memilih tinggal dipesisir dan menerima masuknya budaya melayu ??????????? hmmmm.. saya tidak berani memastikan. Mungkin iya munking juga tidak.

APAKAH KUTAI JUGA ORANG DAYAK ?
jawabannya:
Saya tidak berani mengatakan bahwa KUTAI adalah DAYAK. Karena suku KUTAI sendiri menolak jika di sebut suku DAYAK.
JIKA pertanyaannya apakah suku KUTAI serumpun dengan suku DAYAK. Jawabannya IYA. Suku Kutai serumpun dengan suku dayak Rumpun OT-DANUM (Seperti yg saya jelaskan di atas).
PENJELASAN:
Sebenarnya nama/julukan DAYAK sendiri tidak pernah dikenal oleh orang dayak. Julukan ini pertama kali di populerkan oleh orang2 Belanda. Mereka menamai suku2 primitip yg saat itu tidak mempunyai nama.
kebanyakan orang2 dayak dahulu menyebut suku mereka dengan nama daerah atau nama sungai, contoh; Dayak Kayan (sungai kayan), Dayak ot-danum(artinya org hulu sungai), …….. dll.
sementara KUTAI juga dahulu belum menjadi nama suku, tidak ada sejarah yg menjelaskan keberadaan nama suku KUTAI pada zaman dulu, kutai hanya nama Kerajaan dan Wilayah pada saat itu (Zaman Kerajaan Kutai). Orang2 kutai sendiri meyakini dahulu mereka terbagi menjadi 5 puak yg juga dinamai berdasarkan nama daerah atau nama sungai. Seperti :
-Puak Pantun (daerah pantun),
-Puak Punang yg terdiri dari suku kedang dan suku adat lawas(sungai kedang)
-Puak Pahu (sungai pahu, muara pahu). Dan suku bola bongan (nama daerah bongan, yaitu sekarang dikenal dengan nama suku benuaq dan suku kutai bongan), suku kedang baroh (daerah sungai kedang baroh, penyinggahan)
-Puak sendawar (daerah pinang sendawar., yaitu sekarang dikenal dengan suku tunjung dan kutai melak)
-puak melanti (daerah melanti). Dan suku kedang lempong (di sekitar tenggarong)

jadi yang di sebut suku KUTAI sekarang ini adalah mereka yg berasal dari puak pantun, punang, pahu, sendawar, dan melanti yg berbudaya melayu Kutai.
Sedangkan mereka yg berbudaya dayak disebut suku DAYAK. Sebutan yg di berikan oleh orang2 belanda.

KESIMPULAN: baik KUTAI, BANJAR, BERAU, TIDUNG, PASER dan DAYAK adalah SUKU ASLI KALIMANTAN.

SALAM SUKU ASLI KALIMANTAN !!!

26 komentar:

  1. KESIMPULAN: baik KUTAI, BANJAR, BERAU, TIDUNG, PASER dan DAYAK adalah SUKU ASLI KALIMANTAN.

    BalasHapus
  2. Suku kutai adalah suku asli kalimantan timur sedangkan
    dayak itu pendatang dari yunan cina, sebenarnya suku2 yg
    ada dikalimantan seperti kutai banjar iban dan suku lainnya yg
    ada di sebagian kal bar itu serumpun. hanya saja
    terikat oleh nama ''DAYAK'' .kerajaan kutai kerajaan tertua
    yg mempunyai hub dengan kerajaan sriwijaya.... .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda ini berkomentar tanpa mengetahui sejarah, sejarah penghuni nusantara adalah dibagi dala dua kelompok migrasi besar, nyang disebut deutro melayu dan proto melayu atau melayu tua dan melayu muda kedua duanya dari negeri yunan salah satu provinsi di cina. Kalau orang dayak ada yang kawin campur dengan cina itu benar. Saya sarankan anda banyak membaca lagi.

      Hapus
    2. Yang jelas
      Suku kalimantan bermata sipit adalah dayak,
      Dan suku kalimantan yang tidak bermata sipit
      Adalah kutai, dan masih ada hubungan nya dengan bangsa malayeh atau melayu kandis di sumatera,,
      Karna berjalan nya waktu serta banyak budaya dari negri lain maka tercampur lah semua , dalm artian ada yang terbedakan atau di persamaan,,,,,,

      Hapus
    3. dapat ilmu darimana kamu bisa dapat kesimpulan seperti itu? kami orang uut danum di kalbar sangat sedikit sekali yg matanya sipit. kalau mau mata sipit orang jawa,sunda,batak,minang,bah teman saya dr ntt juga ada yg matanya sipit,tolong jangan menjadi duri dalam daging

      Hapus
  3. orang myanmar,thailand juga memilik fisik yg sama dengan cina
    bermata sipit dan kulit kuning langsat apa mereka berasal dari cina jg... LOL
    kutai tetap kutai. dan dayak tetap dayak
    kutai bukan dayak dan. dayak bukan kutai
    kami kutai mempunyai identitas kami sendiri. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Km kutai ya.. Makanya jgn komen tanpa membaca banyak dari sumber lain.
      Aku kutai.. Aku mengakui bahwa kutai adalah sama dgn dayak.. Km tau kan tradisi erau? Dayak pun memiliki erau. Km tau belian kan? Dayak juga punya belian sama sprti kutai. Km cari tau tu senjata kutai apa aja, sama sperti dayak, km akuin kan klo kita kutai ni kadang memiliki ilmu magis sperti dayak, klo ga prcaya tanya lagi sama nenek mu.
      Km tau ga kutai tu pada awalnya bukan nama suku, tapi nama tempat. Coba tanya nenek mu.. Smoga nenek mu tau ya, apa nama asli suku kutai, kita disebut suku haloq (suku dayak yg memisahkan diri dari tradisi nenek moyang kaharingan menjadi muslim) ..
      Makanya baca dari berbagai sumber, jadi km ga lupa sama nenek moyangmu.. Dan jgn km malu akui kutai sebagai dayak.. Ingat nenek moyangmu,
      Saya stuju sama penulis diatas, mungkin penulis lupa mencantumkan sumber.
      Belajar lagi awa yo, mun dah pintar dapat awa carang dsni

      Hapus
    2. Jgn malu sama nenek moyangmu.. Krena yg banyak pertahanin tanah borneo tu dayak

      Hapus
    3. pantaslah tanah mu cuman jadi sapi perah orang luar,gara2 kualat

      Hapus
  4. emang nama ''dayak'' itu wujud pd abad berapa ? lebih duluan mana dgn ''kutai''?
    nama ''kutai'' jelas berasal dari kerajaan, sdgkan nama ''dayak'' itu
    di berikan oleh org eropa yg ketika itu melakukan penelitian utk
    meng'kristenisasi org2 di kalimantan maupun di pedalaman kalimt.... .
    Kutai tetap kutai
    dayak tetap dayak. inilah poinnya
    sekarangpun suku tidung sdh melebur menjadi dayak. walaupun
    sebenarnya mereka bkn dayak, entar lama2
    suku berau juga di dayak2n... LOL
    terlihat seolah2 suku di kalimantan ini hanya ada dayak saja
    dan suku2 lain kehilangan identitas dan di anggap pendatang ..
    ini sama saja dengan penyesatan sejarah nama'y ..

    BalasHapus
  5. Mari kita sama2 orang kalimantan ini menguraikan persoalan ini dengan pikiran jernih saja, tidak perlu emosi kalau yang merasa melayu menolak disamakan dengan dayak ya gak apa2. Perlu di ketahui, di kalimantan pada mulanya tidak ada orang melayu dan orang dayak. Masing -masing kelompok menyebut dirinya dengan nama sungai atau wilayah tempat
    domisilinya. Suku melayu kalau kita berbicara soal nama suku, itu hanya ada di sumatera dan malaysia barat. Lain hal kalau kita bicara ras, orang indonesia, malaysia dan filipina identik dengan ras melayu. Kenapa suku asli kalimantan bagian pesisir menyebut diri mereka melayu? Karena pengaruh penyebaran agama islam yang dilakukan oleh orang2 dari sumatera yang bersuku melayu. Dayak, memang benar nama tersebut diberikan oleh Belanda tetapi merujuk pada seperti apa orang dayak menyebut diri mereka, maksudnya orang dayak menyebut diri mereka orang hulu dengan bahasa daerahnya, yang kebanyakan bahasa dayak menyebut hulu itu mendekati kata dayak, seperti lun dayeh, ulun rayo, dsb. Pada lidah orang eropa menyebut kata tersebut tidak sesempurna penyebutan seperti si pemilik bahasa. Apalagi terkadang penyebutan oleh si pemilik bahasa tidak seperti ejaan penulisannya. Maka oleh lidah belanda menjadi dayak. Sehingga nama itu dijadikan sebagai identitas pemersatu suku2 asli kalimantan bagian pedalaman dan tidak beragama islam pada saat jaman belanda. Ingat pada saat jaman belanda, sebab selepas jaman belanda banyak juga orang dayak
    beragama islam, tetapi tetap menyebut diri dayak. Kemudian kembali kpd kawa2 asli kalimantan yang bersi keras menyebut diri melayu saya hanya mau katakan kata itu bisa menjadi alat politik dikemudian hari untuk mencerabut anda dari akar anda yang asli kalimantan menjadi seolah olah pendatang bukan oleh orang dayak tetapi oleh pendatang dari jawa, sulawesi dsb. Karena identitas melayu itu ada yang lehih berhak menyandangnya bahkan memiliki niali historis yang tinggi bagi penyandangnya. Yaitu melayu disumatera dan malaysia barat. Nah anda baru berapa dekade saja menyandang nama melayu dan itupun kalian tidak semuanya sepakat. Bedanya dengan dayak walau kita sama baru menyandangnya. Tidak ada entitas lain yang memiliki nama itu, selain sekelompok orang yang ada di jawa yang menyebut diri kereka dayak lasorang. Tetapi penyebutan dayak untuk orang asli kalimantan bagian hulu lebih lama dari mereka. bila ditanya orang dayak dari mana pasti seluruh dunia menjawab dari kalimantan. Tetapi coba ditanya orang suku melayu dari mana, orang2 pasti akan melihat kearah sumatera, atau malaysia barat. Untuk mengatakan orang melayu dari kalimantan anda butuh energi lebih untuk menjelaskannya. Itupun belum tentu yakin jangan2 anda dikira keturunan perantau dari sumatera. Saya tidak bermaksud supaya anda menjadi dayak tetapi janganlah menggunakan nama yang orang lain lebih berhak. Atau anda menyebut nama suku anda yg sebenarnya seperti banjar, tidung, berau dsb.

    BalasHapus
  6. Wahhh jadi bingung ni sebagai ssorg yg ingin mengetahui mengenai org kalimantan :-) ..
    Di lain tempat mengatakan jika kutai bukan dayak, kutai dan dayak pada awalnya berbeda, namun sejalan dgn waktu perbedaan² mulai terlihat sama, namun jika kita berbicara kutai pasti tdk lepas dgn peradabanya dn rajanya, dlm hikyat silsilah raja kutai sangat jelas jika (ia) bkn dri kalangan org dayak, namun perlu kita ketahui lgi. Berhubung dgn jalannya waktu.. dlm kehidupan kerajaan kutai, banyak putri² dayak yg dipersunting menjadi istri oleh kalangan kerajaan, dan hal ini jelas tdk menutup kemungkinan akan adanya kesamaan dlm kehidupan yg sejalan dgn waktu.

    Itu yg sy tau :-)

    BalasHapus
  7. Yeah kita lhat Dr adat2 nya sja smcam balian yg mana pda benuaq /tunjung itu Ada krna adat itu pd dasarnya PDA rumput of danum yaitu rumpun tertua di mna kedua trsebut sub suku dr induknya dayak lawangan : taboyan, deah, bawo, bentian, laser, benuaq, dan tunjung. kutai brsl dari kta tunjung kutei bhs benuaq , tenggarong = tengkarunq . Betapa minimnya pngetahuan Malu mengakui nenek moyang, lihat aja kutai tidak ad perjuanganya prnah trdengar, lhat aj kaltim bnyk jawa & bugis, akibat trmkan politik , sejarah tekaburkan.

    BalasHapus
  8. Yang jelas
    Suku kalimantan bermata sipit adalah dayak,
    Dan suku kalimantan yang tidak bermata sipit
    Adalah kutai, dan masih ada hubungan nya dengan bangsa malayeh atau melayu kandis di sumatera,,
    Karna berjalan nya waktu serta banyak budaya dari negri lain maka tercampur lah semua , dalm artian ada yang terbedakan atau di persamaan,,,,,,

    BalasHapus
  9. Saya sebagai salah-satu dari Suku-bangsa Batak tidak terlampau mempermasalahkan apa itu Dayak ataupun Kutai hanya saja bila ada wacana yang mengatakan bahwa orang Batak itu "BERMATA SIPIT," hal itu yang tidak dapat saya terima. Memang dulunya suku suku purba di bumi nusantara ini diindikasikan dari Benua Asia, atau Asia Belakang namun bukan dari Yunan. Kami lebih cenderung menerima bila ada yang mengatakan bahwa leluhur Suku-bangsa Batak berasal dari salah-satu rumpun Suku-bangsa Karen. Jadi permasalahan ini semua mesih memerlukan penelitian antropologis secara mendalam.)*

    BalasHapus
  10. Saya warga asli kalimantan, bapa dayak dan ibu banjar, yang jelas kita semua berasal dari arab, Adam & Hawa. permasalahan selesai :)

    BalasHapus
  11. Bapak saya Kutai, Ibu Banjar dan menurut kesah dari urang tuha saya yg jua di kesahkan urang tuha sida sebelumnya yah kita smua di kalimantan ini dari leluhur yg sama jadi untuk apa lagi d ributkan, hendak itu kutai kah, dayak kah, banjar kah, paser kah, berau kah, tidung kah sama maha bahwa etam ni urang kalimantan, tugas etam menjaga & membangun benua etam, ndik ada kesahx leluhur etam tu nyuruh etam bekaisan masalah ini maha...
    JADILAH PENERUS LELUHUR YANG DEWASA DAN BERBUDAYA DENGAN SEGALA PERSAMAAN DAN PERBEDAAN YANG ADA...
    LOVE BORNEO LOVE INDONESIA

    BalasHapus
  12. Bapak saya Kutai, Ibu Banjar dan menurut kesah dari urang tuha saya yg jua di kesahkan urang tuha sida sebelumnya yah kita smua di kalimantan ini dari leluhur yg sama jadi untuk apa lagi d ributkan, hendak itu kutai kah, dayak kah, banjar kah, paser kah, berau kah, tidung kah sama maha bahwa etam ni urang kalimantan, tugas etam menjaga & membangun benua etam, ndik ada kesahx leluhur etam tu nyuruh etam bekaisan masalah ini maha...
    JADILAH PENERUS LELUHUR YANG DEWASA DAN BERBUDAYA DENGAN SEGALA PERSAMAAN DAN PERBEDAAN YANG ADA...
    LOVE BORNEO LOVE INDONESIA

    BalasHapus
  13. pantas aja dari jaman prasejarah,sampai jaman raja kutai selalu berperang dengan suku kami orang paser(kandilo) ternyata bukan dayak to kutai,kalo bukan dayak tempat tinggal kutai dimana aslinya,berarti pendatang dong kutai di tanah bornei nh

    BalasHapus
  14. Maaf saudara edi junaidi, bisa di jelaskan perang seperti apa hingga sekarang ini antara suku kutai dan paser,

    biar saya jelaskan khususnya kalimantan timur,
    asal usul kutai dan dayak yg mendiami kalimantan timur, ini menurut kanda Aji Adi kumara,

    RADJA AJI TULUR DIDJANGKAT ADALAH KAKEK KAMI YANG YANG ASAL NYA DARI LANGIT .. DENGAN Permaisuri nya, MANOR BULAN BERASAL DARI DALAM BAMBU DI KARUNIA 5 ORANG ANAK SESUAI URUTAN ANAK

    NOMOR 1 #SUWALASGUNAQ MENJADI SUKU #TUNJUNG.

    NOMOR 2 #JELIBANBENAQ MENJADI SUKU #BENUAK.

    NOMOR 3 #NARAGUNAQ, MENJADI SUKU #BAHAU

    NOMOR 4. #TATAANGUNAQ MENJADI SUKU #MODANG.

    NOMOR 5 #PUNCANKARNAQ. MENJADI SUKU #KUTAI

    INSYA ALLAH KE LIMA SAUDARA INI LAHIR DARI SATU KAKEK DAN SATU NENEK TIDAK AKAN PERNAH TERPECAH BELAH DAN KAMI AKAN SALING BAHU MEMBAHU DALAM SATU IKATAN DARAH YANG KUAT

    DAN KAMI LAH YANG AKAN MENJADI

    5 PILAR PENJAGA KEAMANAN KALIMANTAN

    DaN KESULTANAN KUTAI KARTANEGARA ING KUTAI MARTADINATA

    DIBUMI MAHARAJA BATARA AGUNG DEWA SAKTI,

    dan Apa sebab KUTAI adalah Raja Tertua, Igu di Angkat langsung dari 4 saudara nya,
    ttapi Lebih Detail nya bisa Langsung Hubungin Kanda Adi Kumara (akun Facebook nya)

    untuk dayak kenyah adalah turunan Indo-cina
    untuk suku paser
    berasal dari org sulawesi yg terdampar di paser,
    dimana suku kutai, dayak berbaur di situ
    menjadi suku paser,

    pada inti nya, Kita Suku Atau Orang Kalimantan Timur Adalah saudara, Marilah kita menjaga tanah kalimantan ini dari org2 luar

    Contoh nya di tahun 2017 ini,
    Ada etnis dari sulawesi utara,
    yang ingin memecah Kita sesama orang kalimantan dengan isu agama,

    Saya harap Bagi yg mencintai tanah kelahiran Kalimantan, entah itu Campuran dari suku luar atau Pribumi

    Mari kita pererat persaudaraan tanpa memandang agama di bumi kelahiran kita,
    pada inti nya kita semua 1 keturunan Satu Ayah dan Ibu,

    Salam Saya
    Suku Kutai

    BalasHapus
  15. kalau dikalimantan kab sambas disini banyak yg mengaku melayu tetapi sama peneliti sejarah yg berasal dari jawa menyebut kami suku sambas atau dayak yg berbudaya melayu atau dayak islam.ternyata tidak hanya terjadi d sini.sepertinya mereka sengaja mempersempit arti melayu yang sebenarnya.tahu saja lah mereka dari awal memang iri dengan malaysia yg bermayoritas melayu jadi anti dengan suku melayu

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyanlah urrang iye saudare, dah banyak makan doktrin penjajah supaye islam terkucilkan di Kalimantan sebab Kita orang Melayu di kalimantan ni udah meluk islam beratos-ratos taun sebelum penjajah datang, jadi mereka iri ditambah memang orang barat nak rate-rate memusuhi islam, sengaja mereka mempersempit arti melayu ni bang ada kepentingan terselip.

      Hapus
  16. Saya ketawa baca komen-komennya di sini hahahha kalau berbincang masalah suku memang sangat sensitif apalagi topiknya tentang siapa suku asli Kalimantan.
    ngomong-ngomong saya rasa kita di sini juga harus tau perkataan Melayu itu asalnya darimana istilah Melayu atau Malayu berasal dari Kerajaan Malayu, sebuah kerajaan Hindu-Budha pada abad ke-7 di hulu sungai Batanghari, Jambi di pulau Sumatera. Ingat ya kerajaan, jadi sah sah saja kalau orang Kutai menyebut diri mereka sebagai orang Kutai sebab mereka orang yang ada di wilayah kerajaan Kutai begitu juga dengan orang Banjar, Berau, Bulungan, Sambas dan lain-lain anyway kami punya identitas diri lebih awal daripada kalian yang penyebutan nama sukunya saja diberi oleh kolonial (orang asing, penjajah etc).
    Melayu, juga berasal dari bahasa Sanskerta “Malaya” yang berarti “gunung”, saat sekarang ini dalam pikiran mayoritas penduduk Nusantara, Melayu adalah mereka yang tinggal di dataran rendah pesisir timur Sumatera dan pulau-pulau sekitarnya serta semenanjung Malaysia, yang berbahasa seperti Upin-Ipin. Lalu kami menjadi bahan olok-olok ketika kami menyebut diri sebagai Melayu, karena kami tidak mempunyai adat yang sepenuhnya mirip Melayu Sumatera dan tidak pula berbahasa seperti Upin-Ipin.
    Makna Melayu semakin menyempit dan ini yang dimanfaatkan oleh orang-orang Dayak untuk proses Dayaknisasi yang besar-besaran. Kutai dibilang Dayak, Banjar dibilang dayak, Berau dibilang dayak, Tidung dibilang dayak, apa apa Dayak, sengaja kayaknya, seperti ingin berkata kalau Kalimantan ini Cuma orang dayak dan suku lain itu pendatang ngakak saya hahahahahahhahahaahh.
    Kenapa istilah Melayu bisa sampai ke Kalimantan? Karena kami telah beratus-ratus tahun membangun peradaban dengan mendirikan kerajaan dan lebih maju dari kalian yang bisa dibilang suku tertinggal terisolasi dipedalaman.
    Sampailah Sriwijaya menakluki Kalimantan dengan cara damai dan memasukkannya ke dalam Alam Melayu, kenapa disebut Alam Melayu? Bukannya Alam Sriwijaya? Karena Melayu adalah nama kesatuan satu tempat yang termasuk dalam kekuasaan Sriwijaya, ya tentu kami menerima istilah itu tanpa melupakan nama suku asli kami contohnya Melayu Sambas (karena berada diwilayah kerajaan Sambas), Melayu Sanggau (karena berada diwilayah kerajaan Sanggau), Melayu siak (karena berada diwilayah kerajaan Siak) dan lain-lain bahkan Melayu Sumatera, Malaysia, Brunei, dan Thailand selatan pun tetap mengekalkan nama suku asli mereka seperti Melayu Bengkalis, Melayu Bangka, Melayu Jambi, Melayu Patani, Melayu Johor, melayu Sarawak dll. Jadi apabila orang Kutai, Banjar, Berau menyebut diri mereka Melayu tentu itu sah-sah saja sebab Kalimantan ini Alam Melayu, yang patut dipertanyakan adalah kenapa orang Dayak mau menerima perkataan “Dayak” yang berarti ras pedalaman/liar itu? Dapat gelar itu dari penjajah lagi Diiiih.
    Opini kebanyakan orang Dayak (zaman sekarang) berkata kalau kami Melayu yang berada di Kalimantan ini adalah dayak yang masuk Islam dan malu mengaku sebagai dayak lagi wkwkwk ini opini orang yang tidak tau sejarah! Otak pantat ayam sih!
    Rata-rata kerajaan Melayu di Kalimantan punya sejarah Hindu-Budha Bro! Berarti nenek moyang kami udah kenal ajaran Hindu dan Budha sebelum islam yang berarti sudah beragama duluan, dan darimana juga kalau emang kami dayak yang masuk Islam kok orang dayak yang lain gak punya buku dengan tulisan Sanskerta atau bisa nulis Sanskerta kayak kami? Itu membuktikan kalau Antara orang Melayu dan Dayak di Kalimantan merupakan dua entitas terpisah sejak zaman dahulu!
    Jadi dapat dijelaskan bahwa Melayu adalah nama Bumi dari keseluruhan daerah taklukan sriwijaya dan Kutai/Banjar/Berau dll merupakan nama satu negeri atau kawasan dimana mereka berada. Bahkan Minangkabau pun adalah Melayu.
    Melayu = bumi, Kutai/Berau/Banjar dll = nama kawasan. Jadi, Melayu Kutai bisa diartikan sebagai Bumi Orang Kutai.
    Jadi, Melayu ya Melayu, Dayak ya Dayak, Kita beda Bro!!!
    STOP DAYAKNISASI!!!
    KAMI MELAYU BUKAN DAYAK!!!!
    STOP MELAKUKAN DAYAKNISASI!!!
    TAKKAN MELAYU HILANG DI BUMI !

    BalasHapus
    Balasan
    1. penggunaan bahasa melayu kuno d gunakan mulai abab 1 sampai abad 12.dan itu d gunakan d sumatra ,semenanjung malaysia dan juga pesisir kalimantan.seperti genus yg menghasilkan banyak spesies karena adaptasi waktu n lingkungan begitu juga dengan bahasa.untuk zaman batu k zaman logam aja d nusantara d mulai dahulu oleh orang sumatra pesisir n malaysia.belum lagi dari zaman animisme k zaman hindu ,budha kemudian lagi k zaman muslim.semuanya d awali oleh oranh2 sumatra.lebih setuju kutai,banjar,sambas n lain sebagainya adalah rumpun terdekat dengan melayu

      Hapus
  17. Sbetulnya Yg Didebatkan begini yg membuat tanah kalimantan hancur/berpecah belah. sebaiknya kita tidak harus terlalu menginginkan kalo salah satu suku Yang ada di kalimantan yang terlama, sebaikan kita bersatu membuat kalimantan lebih baik lagi, dan bisa membanggakan indonesia. saya tidak msalah kalo ada pembicaraan seperti di atas, sbetulnya juga bagus ada pembicaraan seperti ini membuat kita tau cerita leluhur kita, tapi kita tidak boleh sampai pembicaraan ini membuat leluhur kita marah. mmng kebnyakan cerita orang beda, karena kbnyakan juga ada yg benar dan ada juga yang salah. yg penting kita orang asli kalimantan harus menjaga nama baik kalimantan supaya leluhur kita bangga meliat anak cucu nya bisa membuat bangga nama kalimantan.
    ~Sekian Trimakasih

    BalasHapus